Senin, 12 Januari 2015

aktivis kok galau?



Bismillahirohmanir rohim...
MENIKAH ITU IBADAH, BUKAN EUFORIA!
Catatan ini  dibuat saat sedang banyak nya ikhwan dan akhwat yang akan menikah, afwan catatan ini bukan dimaksud untuk mengumbar keIRIan melihat mereka yang akan meniti mahligai rumah tangga, menjalin cinta, memadu kasih membangun biduk rumah tangga bersama orang yang meraka cintai, namun catatan ini hadir dikarena kan fenomena  euforia “MENIKAH” dikalangan para aktivis dakwah yang lagi galau bukan kepalang memikirkan dan menanti siapakah yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti (termasuk penulis juga mengalami kegalauan ini).
Biasanya pada saat libur akhir pekan seperti ini para “aktivis dakwahh” disibukkan dengan agenda dakwah yang seabrek, mulai dari kegiatan rutin mingguan (liqo’), kegiatan LDF dan LDK, serta organisasi lain  nya,yang membuat waktu 24 jam selalu saja menjadi kurang... namun tidak untuk dibulan2 bagus seperti sekarang, mulai dari pertengahan syawal lalu sampai bulan sekarang, ternyata banyak ihkwa yang ber”fastabikhul khoirot” rupanya, menyempurnakan setengah “DIEN”, menuju “sakinah_mawaddah_warohmah_waTarbiyah” keren juga ternyata para ikhwah, menikah muda untuk sekarang bukan suatu yang menganehkan, malah sangat diajurkan... ah terlalu panjang untuk dibahas langsung saja... akhirnya dengan agenda “Fastabikhul Khoirot” para ikhwa tersebut, SABTU – MINGGU  dipenuhi dengan agenda “KONDANGAN” (tentunya dengan tidak melupakan agenda dakwah lainnya juga dong), bagi anak kos (termasuk penulis juga) merupakan ladang rezeki yang sayang ditinggalkan, maklum ‘perbaikan gizi’ hehe... afwan bukan itu juga, tapi memenuhi undangan adalah “HAK” saudara kita sesama muslim bukan???.
Mengakhiri kelajangan dengan menikah merupakan impian setiap perawan dan perjaka yang telah lama menantikan kekasih halalnya, apalagi setelah membaca buku tentang pernikahan dan menceritakan indahnya tentang hidup bersama kekasih halal, menambah kegalauan yang semakin menjadi2, belum lagi dikompori oleh para ikhwa yang baru jadi manten... maaak eee rasanya pengen saat itu juga menjadi pengantin,, hahaha, emang semudah membalikkan telapak tangan??? So pasti ada prosesi yang mesti dilakukan sebelum ijab qabul itu dilafadzkan, ada cara dan etika yang mesti ditaati, mulai dari ta’aruf, khitbah,dll (yang sebenarnya, penulis sendiri belum begitu tau proses apa saja yang mesti dilewati,, hehe...).
Euphoria itu menjadi bumerang yang sangat membahayakan bagi penderita nya jika tidak ada realisasi yang pasti, terkadang para ikhwah melampiaskan nya dengan selalu bercerita tentang “ pernikahan” dalam setiap pertemuan atau perkumpulan,ceritanya selalu tak lepas dari topik “pernikahan” disaat – saat seperti ini menjadi trending topic, dikalangan para ikhwan ataupun akhwat, memposting status galau menjadi hal yang biasa, mencendrungi seseorang dalam sebuah organisasi sudah tak malu2 lagi, sehingga euphoria yag seharus nya menjadi ibadah agar dapat ber”fastabikhul khoirot” malah menjadi bumerang untuk diri sendiri… Astagfirullah… L.
Bahkan ada yang lebih parahnya lagi, gara2 euforia malah bisa terjangkit virus yang sangat membahayakan yaitu VMJ ( virus merah jambu), ini nih yang jadi musuhnya para aktivis dakwah yang lagi dilanda kegalauan, emang mesti hati2 dengan yang satu ini, kalo gk hati2 bisa bahaya lu…

#BERSAMBUNG…
:)